Al Quran Halaman 152

Halaman 152 dari 604

QS. Al-A’raf (7): 12
Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

QS. Al-A’raf (7): 13
Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya tidak menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.”

QS. Al-A’raf (7): 14
Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.”

QS. Al-A’raf (7): 15
Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

QS. Al-A’raf (7): 16
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus.”

QS. Al-A’raf (7): 17
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”

QS. Al-A’raf (7): 18
Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.”

QS. Al-A’raf (7): 19
Allah berfirman: “Hai Adam, bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua buah-buahan di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”

QS. Al-A’raf (7): 20
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya. Dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal dalam surga.”

QS. Al-A’raf (7): 21
Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua.”

QS. Al-A’raf (7): 22
Maka syaitan membujuk keduanya untuk memakan buah itu dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”