Al Quran Halaman 165
Halaman 165 dari 604
QS. Al-A’raf (7): 121
Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam.”
QS. Al-A’raf (7): 122
(Yaitu) Tuhan Musa dan Harun.
QS. Al-A’raf (7): 123
Fir’aun berkata: “Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya perbuatan ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini untuk mengeluarkan penduduknya daripadanya; maka kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu ini.”
QS. Al-A’raf (7): 124
“Demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya.”
QS. Al-A’raf (7): 125
Ahli-ahli sihir itu menjawab: “Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali.”
QS. Al-A’raf (7): 126
“Dan kamu tidak menyalahkan kami melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu.”
QS. Al-A’raf (7): 127
Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir’aun kepada Fir’aun: “Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?” Fir’aun menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka.”
QS. Al-A’raf (7): 128
Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah, dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”
QS. Al-A’raf (7): 129
Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas oleh Fir’aun sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang.” Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-Nya, maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.”
QS. Al-A’raf (7): 130
Dan sesungguhnya Kami telah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.


