Al Quran Halaman 301

Halaman 301 dari 604

QS. Al-Kahf (18): 62
Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”

QS. Al-Kahf (18): 63
Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa menceritakan tentang ikan itu, dan tidak ada yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan. Ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.”

QS. Al-Kahf (18): 64
Musa berkata: “Itulah tempat yang kita cari.” Lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula.

QS. Al-Kahf (18): 65
Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

QS. Al-Kahf (18): 66
Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

QS. Al-Kahf (18): 67
Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.”

QS. Al-Kahf (18): 68
“Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”

QS. Al-Kahf (18): 69
Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun.”

QS. Al-Kahf (18): 70
Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu.”

QS. Al-Kahf (18): 71
Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.”

QS. Al-Kahf (18): 72
Dia (Khidhr) berkata: “Bukankah aku telah berkata: Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku.”

QS. Al-Kahf (18): 73
Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.”

QS. Al-Kahf (18): 74
Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.”