Al Quran Halaman 380

Halaman 380 dari 604

QS. An-Naml (27): 36
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah patut kamu menolong aku dengan harta? Maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.”

QS. An-Naml (27): 37
“Kembalilah kepada mereka. Sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina, dan mereka menjadi tawanan-tawanan yang hina dina.”

QS. An-Naml (27): 38
Berkata Sulaiman: “Hai para pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?”

QS. An-Naml (27): 39
Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasananya sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”

QS. An-Naml (27): 40
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab: “Aku akan membawa singgasananya kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya. Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

QS. An-Naml (27): 41
Dia berkata: “Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenalnya.”

QS. An-Naml (27): 42
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku. Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya, dan kami adalah orang-orang yang berserah diri.”

QS. An-Naml (27): 43
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya untuk melahirkan keislamannya, karena sesungguhnya dia dahulu termasuk orang-orang yang kafir.

QS. An-Naml (27): 44
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana.” Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, lalu disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca.” Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.”