Al Quran Halaman 233
Halaman 233 dari 604
QS. Hud (11): 98
Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.
QS. Hud (11): 99
Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan begitu pula di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.
QS. Hud (11): 100
Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri yang telah dibinasakan yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada pula yang telah musnah.
QS. Hud (11): 101
Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
QS. Hud (11): 102
Dan begitulah azab Tuhanmu apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
QS. Hud (11): 103
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk menghadapinya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan oleh segala makhluk.
QS. Hud (11): 104
Dan Kami tidaklah mengundurkannya melainkan sampai waktu yang tertentu.
QS. Hud (11): 105
Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara melainkan dengan izin-Nya. Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.
QS. Hud (11): 106
Adapun orang-orang yang celaka, maka tempatnya di dalam neraka. Di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih.
QS. Hud (11): 107
Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.
QS. Hud (11): 108
Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain; sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.


