Al Quran Halaman 362

Halaman 362 dari 604

QS. Al-Furqan (25): 21
Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan dengan Kami: “Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau mengapa kita tidak melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas dalam melakukan kezaliman.

QS. Al-Furqan (25): 22
Pada hari mereka melihat malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa. Mereka berkata: “Hijraan mahjuuraa.”

QS. Al-Furqan (25): 23
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan.

QS. Al-Furqan (25): 24
Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.

QS. Al-Furqan (25): 25
Dan ingatlah hari ketika langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.

QS. Al-Furqan (25): 26
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan hari itu adalah satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.

QS. Al-Furqan (25): 27
Dan ingatlah hari ketika orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.”

QS. Al-Furqan (25): 28
“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku.”

QS. Al-Furqan (25): 29
“Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.”

QS. Al-Furqan (25): 30
Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan.”

QS. Al-Furqan (25): 31
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.

QS. Al-Furqan (25): 32
Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya, dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).