Al Quran Halaman 388
Halaman 388 dari 604
QS. Al-Qasas (28): 22
Dan tatkala ia menghadap ke jurusan negeri Madyan, ia berdoa: “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar.”
QS. Al-Qasas (28): 23
Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan, ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternaknya. Ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menahan ternaknya. Musa berkata: “Apakah maksudmu dengan berbuat begitu?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan ternak kami sebelum para penggembala itu memulangkan ternaknya, sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.”
QS. Al-Qasas (28): 24
Maka Musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya. Kemudian ia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”
QS. Al-Qasas (28): 25
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan malu-malu. Ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggilmu agar ia memberikan balasan terhadap kebaikanmu memberi minum ternak kami.” Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya tentang dirinya, Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”
QS. Al-Qasas (28): 26
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku, ambillah dia sebagai orang yang bekerja pada kita. Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”
QS. Al-Qasas (28): 27
Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkanmu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun. Dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah suatu kebaikan darimu. Aku tidak hendak memberatimu. Dan insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.”
QS. Al-Qasas (28): 28
Dia (Musa) berkata: “Itulah perjanjian antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku lagi. Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan.”


